Selasa, 21 Juni 2016

Esse Change edisi 2016, Rokok Kretek Superslims dengan Capsule Pertama di Indonesia

Senin, 22 Februari 2016


Esse Change edisi 2016, Rokok Kretek Superslims dengan Capsule Pertama di Indonesia

Selamat malam,

Kali ini saya mencoba membuat review singkat mengenai rokok yang sepertinya mendapat treatment promosi dalam segi kemasan. Dimana saya lihat fungsi utama adanya promosi ialah untuk mengedukasi perokok agar bisa mencoba produk rokok kretek superslims dengan capsule pertama di Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa Esse meluncurkan produk superslimsnya sekitar bulan Desember 2014 dan merelaunch kemasannya dengan segi edukasi pada Februari 2016. Diantaranya:

  1.  Tren rokok kretek superslims memiliki kecenderungan untuk naik belakangan ini. Avolution selaku pelopor rokok kretek superslims mencoba mendobrak pasar dengan mengeluarkan rokok mild dengan bentuk superslims. Tren ini semakin meningkat mengingat cukup banyak perokok yang menginginkan bentuk unik dari sebuah rokok mild. Anggapan ini umumnya terjadi karena superslims cenderung lebih stylish, lebih mudah untuk masuk saku, dan untuk wanita memiliki kesan lebih feminim dibanding rokok mild biasa. Esse pertama kali mencoba melaunch rokok kretek pertamanya yaitu Esse Mild sekitar bulan November 2013. Dengan promosi yang baik dan adanya isi 20 batang serta teknologi charcoal filter (untuk kemasan merah) atau dual filter dengan rasa bubble mint (untuk kemasan hijau) menjadikan Esse mampu mendobrak pasar rokok kretek dengan inovasi yang sudah saya sebutkan.
  2. Tren rokok capsule di Dunia dan Indonesia saat ini sedang dalam masanya. Bisa kita ketahui di hampir negara di seluruh Dunia memiliki tipe rokok dengan capsule pada filternya. Inovasi ini pertama kali diterapkan secara massal pada rokok Kool Boost sekitar tahun 2007. Tren ini semakin mewabah dengan kehadiran Marlboro Ice Blast yang membuat banyak orang Indonesia penasaran, karena Ice Blast pertama kali hadir di Singapura membuat banyak orang Indonesia minta titip rokok tersebut ketika temannya sedang berkunjung di Singapura. Tren ini semakin menjadi di Indonesia ketika Sampoerna mencoba meluncurkan A Flava Click Mint pada April 2010. Walau dengan ukuran king size, rokok ini memiliki kadar tar dan nikotin yang sama dengan Core Brand A Mild yaitu 14 mg tar dan 1mg nikotin. Dunhill mencoba meluncurkan rokok switchnya yaitu Dunhill Switch pada tahun 2011. Dan Marlboro kemudian meluncurkan produk Ice Blast di Indonesia pada kuarter ke-3 tahun 2012. Sebenarnya saya bisa aja panjang lebar menceritakan sejarah rokok capsule di Indonesia, namun kasihan untuk pembaca.
  3. KT&G mencoba membuat gebrakan rokok dengan ukuran capsule terkecil pada filternya untuk diaplikasikan pada rokok ini. Saya bisa lihat KT&G sangat banyak mengeluarkan inovasi, terutama belakangan mereka cenderung bermain pada segmen rokok bercapsule. Beberapa inovasinya ialah This Rula Capsule, Bohem Cigar Monster, dan lain-lain. Karena penjualan Esse Mild di Indonesia dinilai cukup baik, maka dicobalah produk Esse dengan capsule ini.
Oke, daripada kelamaan mending langsung saja yha ke pembahasan. Untuk harga rokok ini berkisar 16.500 dengan isi 20 batang (Cukai Rp. 18.000). Saya kira harga 18.000 akan diterapkan pada beberapa bulan kedepan. Dengan isi 20 batang dan adanya inovasi kapsul, maka untuk harga saya beri nilai 7,5 dari 10.

Kemudian kita coba lihat kemasannya dengan seksama. 







Dari segi kemasan, saya lihat ada tampak perubahan yang cukup signifikan dibanding kemasan sebelumnya. Adanya penegasan rokok ini memiliki applemint capsule, tulisan 20 batang pada bagian depan, belakang, dan atas, serta adanya deskripsi penggambaran penggunaan rokok dengan visualisasi kapsul sepertinya cukup mengedukasi pengguna dalam menggunakan rokoknya. Hal yang berbeda juga terletak pada kalimat "MADE UNDER AUTHORITY OF KT&G, KOREA" cukup menegaskan bahwa rokok ini memang dibuat oleh perusahaan afiliasi KT&G, dalam hal ini PT. Mandiri Maha Mulia yang terletak di Pasuruan. Warna biru cenderung menegaskan kesan freshness yang ingin dijual pada rokok ini serta visualisasi bola capsule dengan crystal mampu menarik konsumen untuk membeli rokok ini. Untuk kemasan saya beri nilai 8,5 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kita lihat kemasan dalamnya.


Sepertinya saya cukup susah untuk membuka kemasannya, mengingat pita cukai sepertinya sangat melekat pada kemasan. Tampak di bagian penutup dalam kita bisa lihat adanya sebuah deskripsi penggunaan rokok ini dimana kita bisa mengeklik kapsul agar mengubah rokok dari rasa mild menjadi applemint segar. Karena rokok ini hitungannya bukan rokok menthol, maka kita bisa merobek foil bertuliskan KT&G pada kemasan rokok.


Jumlah batang rokok ada 20 batang. Dimana susunannya ialah 10 depan dan 10 belakang. Layaknya rokok superslims pada umumnya. Dengan kemasan khas Esse kita bisa lihat kesan yang ingin dijual. Yaitu stylish (dan untuk perempuan itu feminim). Kemudian kita lihat batang rokoknya.


Kita bisa lihat batang rokok ini dengan seksama. Jumlah perforasi ada tiga baris dengan bentuk perforasi berbentuk strip. Saya kira kadar tar asli rokok ini bila tanpa adanya perforasi cenderung lebih berat. Kita bisa lihat ada bulatan biru yang menandakan letak kapsul pada filter berada. Dimana kita bisa mengeklik rokok ini kapan saja, tapi sangat disarankan diklik di tengah bakaran.

Kemudian kita coba rokok ini dengan seksama.


Rasa rokok ini mirip dengan Sampoerna Avolution dengan rasa yang menurut saya lebih manis. Cukup lembut untuk dihisap, namun tak sebaik Avolution. Blendnya cukup balance, walau saya di awal kurang bisa menikmatinya. Tapi yang ingin merasakan sensasi ala A Mild bisa dicoba. Karena ada tombol kapsul maka kita bisa coba klik dengan seksama.


Ketika diklik, rokok ini berubah rasa menjadi sensasi segar applemint yang ingin dijual di rokok ini. Saya malah merasakan rokok ini cenderung lebih kepada bubble mint layaknya Esse Mild Menthol, rasa applenya kurang kencang. Cenderung rasa fruity minty yang terasa, tapi tidak begitu apple. Cukup segar di lidah, namun kurang begitu strong rasa mintnya. Untuk rasa saya bisa beri nilai 8 dari 10.

KESIMPULAN

Rokok ini memiliki keunggulan pada kemasannya yang cukup edukatif (untuk edisi ini) dan rasa yang unik. Tapi kelemahan rokok ini ialah terletak ketika rokok ini tidak diklik serta penjualannya yang masih sebatas pada minimarket atau supermarket (walau beberapa warung sudah mulai menjual namun itupun jarang). Untuk overall, saya bisa beri nilai 8 dari 10. Bila rasa mintnya sangat kencang, maka saya akan memberi nilai secara rasa 9 dari 10. Cukup rekomen bagi yang menginginkan rokok dengan sensasi unik.

Demikian postingan saya ini. Bila ada pertanyaan silahkan komen atau email atau ask saya diask.fm/reviewrokok. Sekian dan terima kasih. 

1 komentar: